Anggota asli:
Joey Ramone (19 Mei 1951–15 April 2001) (nama asli Jeffry Ross Hyman) (vocals) (1974–1996) Johnny Ramone (8 Oktober 1948–15 September 2004) (nama asli John Cummings) (guitar) (1974–1996) Dee Dee Ramone (18 September 1952–5 Juni 2002) (nama asli Douglas Glenn Colvin) (bass guitar) (1974–1989) Tommy Ramone (29 Januari 1952) (nama asli Tamás Erdélyi) (drums) (1974–1978) Anggota lainnya:
Marky Ramone (15 Juli 1956) (nama asli Marc Bell) (menggantikan Tommy dan kemudian Elvis pada drums) (1978–1983, 1987–1996) Richie Ramone (11 Agustus 1957) (nama asli Richard Reinhardt) (menggantikan Marky pada drums) (1983–1987) Elvis Ramone (24 November 1955) (nama asli Clem Burke) (menggantikan Richie pada drums untuk dua pertunjukan) (1987) C.J. Ramone (8 Oktober 1965) (nama asli Christopher James Ward) (menggantikan Dee Dee pada bass) (1989–1996)
Jumat, 10 April 2009
RAMONES
Ramones pun kumpul kembaliGelombang kebangkitan band-band tua nampaknya memang terjadi di tahun 2007. Selain Genesis dan The Police, akhir pekan lalu tersiar kabar band punk legendaris Ramones bakal kembali ngumpul di New York, Mei mendatang.
Seperti dikutip dari www.ramones.com pemain drum Ramones, Richie Ramone sudah memastikan bakal ikut ambil bagian dalam konser bertajuk 2007 Joey Ramone Birthday Bash di kota berjuluk Big Apple itu.
Hanya saja istilah berkumpul kembali sudah pasti bukan reuni. Pasalnya dari tiga dari empat pentolan utama band asal New York sudah sibuk menghibur penghuni alam baka dan hanya menyisakan pemain drum Tommy Ramone alias Tamas Erdelyi.
Joey Ramone atau Jeffry Hyman adalah penyanyi dan penulis sebagian besar lagu-lagu band itu. Pria kelahiran Forest Hills itu meninggal karena kanker limfoma di RS Presbyterian, New York 15 April 2001.
Namanya diabadikan untuk blok jalan East 2nd Street New York yang diubah menjadi Joey Ramone Place. Jalan itu memang bersejarah karena disitu Joey bertemu pemain bass Dee Dee Ramone dan membentuk Ramones tahun 1974.
Dee Dee alias Douglas Glenn Colvin selain pemain bas juga penulis lirik andal. Pria kelahiran Fort Lee, Virginia itu juga telah meninggal 6 Juni 2002 karena over dosis heroin di apartemennya di Hollywood.
Oleh banyak orang Dee dipercaya menjadi kunci kematian kontroversial pacar pentolan Sex Pistols Sid Vicious, Nancy Spungen yang ditemukan tewas dengan perut robek di Hotel Chelsea, New York.
Akhir April tahun lalu, New York juga diserang demam punk saat dua film yang didedikasikan untuk Johnny Ramone diputar perdana yaitu Too Tough To Die: A Tribute To Johnny Ramone di putar perdana di Festival Film Tribeca dan film horor The Wicker Man yang disutradarai dan diproduseri Nicolas Cage.
Johnny Ramone atau John Cummings adalah pemain gitar dan penulis lagu Ramones yang meninggal 15 September 2004 karena kanker prostat.
Bagi gitaris punk di seluruh dunia, Johnny menyumbangkan gaya bermain cepat penuh energi double downstrokes yang dikenal dengan teknik ‘Buzzsaw’. Gaya ini sampai kini menjadi gaya standar seluruh musisi beraliran punk.
Film tribute untuk Johnny yang diputar untuk memperingati 30 tahun Ramones itu didukung musisi dan band besar seperti The Red Hot Chili Peppers, Steve Jones, Eddie ‘Pearl Jam’ Vedder, Pete Yorn, Tommy Ramone, Marky Ramone, hingga C-Jay Ramone.
Selain film tribute, di komunitas punk old school sedang ramai dibicarakan bakal beraksinya Joey Ramones di layar lebar. Film yang bakal digarap Rory Rosegarten’s Rosegarten Films sejak akhir tahun lalu sibuk mengurus ijin adaptasi buku “I Slept with Joey Ramone”.
Buku biografi Joey Ramone itu ditulis kakak Joey, Mickey Leigh dengan Legs McNeil. Legs adalah penulis musik dan pengarang buku ‘Please Kill Me: The Uncensored Oral History Of Punk,’ yang dirilis Touchstone Books (divisi Simon and Schuster) yang bakal diluncurkan menjelang akhir 2007.
Selain menuangkan isi biografi itu, Rosegarten juga sedang menegosiasikan kisah hidup Joey berdasarkan penuturan ibu Joey dan kawan-kawan dekat termasuk Charlotte Lesher.
Untuk mengerjakan film ini Rosegarten bakal bekerja sama dengan Ramones Productions.
“Saya besar dan mendengarkan Ramones dan nonton mereka konser. Kisah Joey tentu sangat menarik dan menyentuh. Dia punya fisik dan mental yang mendorong bergeraknya musik rock and roll di akhir 1970-an hingga 1980-an,”
Bapak Punk
Ramones bagi komunitas punk adalah nama besar yang tak mungkin tergantikan. Berkat mereka musik punk mampu menjadi industri yang diakui musik-musik lain. Pengaruh mereka tak hanya di Amerika tapi hingga ke Eropa.
Sejak pertama kali tampil di Forest Hills, Queens, New York pada 1974, Ramones sudah merilis 14 album, 36 single, dan tampil dalam 2.263 konser. Penampilan penuh energi mereka baru berakhir di konser akbar Lollapalooza tahun 1996.
Sebetulnya usai meluncurkan album Adios Amigos dan single R.A.M.O.N.E.S., band itu hanya berniat istirahat namun akhirnya betul-betul bubar karena ditinggal mati ketiga pentolan utamanya.
Tragisnya meski Ramones adalah bapak punk dan menginspirasi banyak musisi dan band punk yang sukses secara publisitas dan finansial macam Sex Pistols, Nirvana, Green Day, Blink 182, pada kenyataannya Ramones tak pernah sukses secara komersil.
Album mereka paling banter hanya meraih gelar status gold meski demikian band mereka dianggap sebagai kultur pop masyarakat Amerika. Seringkali film-film remaja memasukan Ramones sebagai ikon.
Begitu juga majalah musik top seperti Spin, Rolling Stone dan Mojo. Bahkan dalam jajak pendapat yang diadakan majalah Rolling Stone dan Spin, popularitas Ramones bahkan hanya bisa disejajarkan dengan Beatles.
Tak heran setelah masuk dalam Hall of Fame pada 2002, dua tahun berikutnya, nama Ramones tercantum dalam daftar 100 Artis Terbesar Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stones.
Selain memberikan sumbangan gaya bermain musik, Ramones juga menyumbangkan gaya berpakaian yang terus bertahan hingga saat ini berkat konsistensi penampilan mereka yang disebut citra cool.
Sebut saja gaya rambut model bob-poni yang culun, sepatu sneakers Keds atau Chuck Taylor All-Star, celana jins belel, kaos oblong, jaket kulit.
Keunikan lain, personil utama band ini sangat awet sejak berdiri hingga bubar. Joey Ramone dan Johnny Ramone merupakan pendiri band yang terus bertahan untuk bermusik.
Hanya Dee Dee Ramone saja yang keluar karena jenuh di akhir 1988 usai tur album Halfway to Sanity dan penggarapan single Pet Sematary dan digantikan CJ Ramone atau Christopher Joseph War yang bertahan hingga Ramones istirahat..
Sementara pemain drum mereka Tommy Ramone yang aslinya adalah pemain gitar mundur karena menjadi manajer. Posisinya lantas secara silih berganti ditempati Marky Ramone, Richie Ramone dan Elvis Ramone.
Seperti dikutip dari www.ramones.com pemain drum Ramones, Richie Ramone sudah memastikan bakal ikut ambil bagian dalam konser bertajuk 2007 Joey Ramone Birthday Bash di kota berjuluk Big Apple itu.
Hanya saja istilah berkumpul kembali sudah pasti bukan reuni. Pasalnya dari tiga dari empat pentolan utama band asal New York sudah sibuk menghibur penghuni alam baka dan hanya menyisakan pemain drum Tommy Ramone alias Tamas Erdelyi.
Joey Ramone atau Jeffry Hyman adalah penyanyi dan penulis sebagian besar lagu-lagu band itu. Pria kelahiran Forest Hills itu meninggal karena kanker limfoma di RS Presbyterian, New York 15 April 2001.
Namanya diabadikan untuk blok jalan East 2nd Street New York yang diubah menjadi Joey Ramone Place. Jalan itu memang bersejarah karena disitu Joey bertemu pemain bass Dee Dee Ramone dan membentuk Ramones tahun 1974.
Dee Dee alias Douglas Glenn Colvin selain pemain bas juga penulis lirik andal. Pria kelahiran Fort Lee, Virginia itu juga telah meninggal 6 Juni 2002 karena over dosis heroin di apartemennya di Hollywood.
Oleh banyak orang Dee dipercaya menjadi kunci kematian kontroversial pacar pentolan Sex Pistols Sid Vicious, Nancy Spungen yang ditemukan tewas dengan perut robek di Hotel Chelsea, New York.
Akhir April tahun lalu, New York juga diserang demam punk saat dua film yang didedikasikan untuk Johnny Ramone diputar perdana yaitu Too Tough To Die: A Tribute To Johnny Ramone di putar perdana di Festival Film Tribeca dan film horor The Wicker Man yang disutradarai dan diproduseri Nicolas Cage.
Johnny Ramone atau John Cummings adalah pemain gitar dan penulis lagu Ramones yang meninggal 15 September 2004 karena kanker prostat.
Bagi gitaris punk di seluruh dunia, Johnny menyumbangkan gaya bermain cepat penuh energi double downstrokes yang dikenal dengan teknik ‘Buzzsaw’. Gaya ini sampai kini menjadi gaya standar seluruh musisi beraliran punk.
Film tribute untuk Johnny yang diputar untuk memperingati 30 tahun Ramones itu didukung musisi dan band besar seperti The Red Hot Chili Peppers, Steve Jones, Eddie ‘Pearl Jam’ Vedder, Pete Yorn, Tommy Ramone, Marky Ramone, hingga C-Jay Ramone.
Selain film tribute, di komunitas punk old school sedang ramai dibicarakan bakal beraksinya Joey Ramones di layar lebar. Film yang bakal digarap Rory Rosegarten’s Rosegarten Films sejak akhir tahun lalu sibuk mengurus ijin adaptasi buku “I Slept with Joey Ramone”.
Buku biografi Joey Ramone itu ditulis kakak Joey, Mickey Leigh dengan Legs McNeil. Legs adalah penulis musik dan pengarang buku ‘Please Kill Me: The Uncensored Oral History Of Punk,’ yang dirilis Touchstone Books (divisi Simon and Schuster) yang bakal diluncurkan menjelang akhir 2007.
Selain menuangkan isi biografi itu, Rosegarten juga sedang menegosiasikan kisah hidup Joey berdasarkan penuturan ibu Joey dan kawan-kawan dekat termasuk Charlotte Lesher.
Untuk mengerjakan film ini Rosegarten bakal bekerja sama dengan Ramones Productions.
“Saya besar dan mendengarkan Ramones dan nonton mereka konser. Kisah Joey tentu sangat menarik dan menyentuh. Dia punya fisik dan mental yang mendorong bergeraknya musik rock and roll di akhir 1970-an hingga 1980-an,”
Bapak Punk
Ramones bagi komunitas punk adalah nama besar yang tak mungkin tergantikan. Berkat mereka musik punk mampu menjadi industri yang diakui musik-musik lain. Pengaruh mereka tak hanya di Amerika tapi hingga ke Eropa.
Sejak pertama kali tampil di Forest Hills, Queens, New York pada 1974, Ramones sudah merilis 14 album, 36 single, dan tampil dalam 2.263 konser. Penampilan penuh energi mereka baru berakhir di konser akbar Lollapalooza tahun 1996.
Sebetulnya usai meluncurkan album Adios Amigos dan single R.A.M.O.N.E.S., band itu hanya berniat istirahat namun akhirnya betul-betul bubar karena ditinggal mati ketiga pentolan utamanya.
Tragisnya meski Ramones adalah bapak punk dan menginspirasi banyak musisi dan band punk yang sukses secara publisitas dan finansial macam Sex Pistols, Nirvana, Green Day, Blink 182, pada kenyataannya Ramones tak pernah sukses secara komersil.
Album mereka paling banter hanya meraih gelar status gold meski demikian band mereka dianggap sebagai kultur pop masyarakat Amerika. Seringkali film-film remaja memasukan Ramones sebagai ikon.
Begitu juga majalah musik top seperti Spin, Rolling Stone dan Mojo. Bahkan dalam jajak pendapat yang diadakan majalah Rolling Stone dan Spin, popularitas Ramones bahkan hanya bisa disejajarkan dengan Beatles.
Tak heran setelah masuk dalam Hall of Fame pada 2002, dua tahun berikutnya, nama Ramones tercantum dalam daftar 100 Artis Terbesar Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stones.
Selain memberikan sumbangan gaya bermain musik, Ramones juga menyumbangkan gaya berpakaian yang terus bertahan hingga saat ini berkat konsistensi penampilan mereka yang disebut citra cool.
Sebut saja gaya rambut model bob-poni yang culun, sepatu sneakers Keds atau Chuck Taylor All-Star, celana jins belel, kaos oblong, jaket kulit.
Keunikan lain, personil utama band ini sangat awet sejak berdiri hingga bubar. Joey Ramone dan Johnny Ramone merupakan pendiri band yang terus bertahan untuk bermusik.
Hanya Dee Dee Ramone saja yang keluar karena jenuh di akhir 1988 usai tur album Halfway to Sanity dan penggarapan single Pet Sematary dan digantikan CJ Ramone atau Christopher Joseph War yang bertahan hingga Ramones istirahat..
Sementara pemain drum mereka Tommy Ramone yang aslinya adalah pemain gitar mundur karena menjadi manajer. Posisinya lantas secara silih berganti ditempati Marky Ramone, Richie Ramone dan Elvis Ramone.
Langganan:
Postingan (Atom)